Kamis, 17 September 2009

Sedotan

Everyone keeps asking me about this. Straw.
"Kenapa sih Mel dengan sedotan?"
"Sedotannya busuk kenapa Mel?"
"Harga sedotan berapa sekarang?"
"Gimana status sedotan di bursa saham?"
"Kapan nikah sama sedotan?"

STOP TALKING ABOUT STRAW.
saya udah muak -__-
jadi biar pada gak banyak tanya lagi, nih saya jelasin soal sedotan.

Jadi di FSRD itu ada mata kuliah yang namanya Nirmana atau 'rupa dasar'. Mata kuliah ini dibagi dua, Nirmana 2 Dimensi dan Nirmana 3 Dimensi. Sedotan ini adalah tugas dari mata kuliah Nirmana 3D. Jadi kita disuruh membentuk sebuah modul (bentuk dasar) dari sedotan dan kita susun menjadi sebuah bangun yang lebih besar. Berikut adalah step-step 'mengasyikan' dari pembentukan bangun sempurna sedotan!

1. Anda diharuskan membuat minimal 10 buah modul
2. Dosen akan memilih satu dari 10 modul yang Anda buat
3. Anda akan diperintahkan untuk menggandakan modul tersebut hingga tiga buah
4. Dosen akan mengecek apakah kerapihan Anda dalam tiga modul tersebut konstan atau tidak. Apabila Anda sudah lulus cek, Anda akan diperintahkan untuk menggandakannya lebih banyak lagi. 24, 30, atau malah 100. Tergantung besar-kecil modul Anda.
5. Setelah tergandakan, Anda diharuskan membentuknya menjadi sebuah 'bangunan'. Kalau modul Anda bentuknya 'aneh' dan 'ngasal' dan menyulitkan Anda untuk membentuk sebuah bangunan, itu resiko Anda. Mampus.
6. Melakukan konsultasi ke dosen, apakah bentuk tersebut sudah baik. Apabila dosen bilang sudah, Anda siap untuk melakukan penilaian.
7. Membuat box sedotan dari papan sejenis triplek gitu. Ini wajib. Kalau nggak sedotannya gak bakal dinilai -_- Crap, crap!
8. Sedotan Anda dinilai dan apabila Anda cukup beruntung dan dosen menganggapnya baik, sedotan sialan milik Anda akan di-display di meja dosen.

Dan kalian tahu sekarang saya sedang berada di step keberapa? Empat. Yup. Masih ada 4 steps to go dengan resiko ditolak dosen pada step ke-enam. Shit, man. -___-;

Liburan gua kali ini pun diisi dengan sedotan. Tiap hari harus nyedot. Dot. Dot. Dan jujur aja gua udah mulai muak. Anak-anak FSRD juga udah pada muak dengan sedotan, beberapa malah mengalami traumatis mendalam. Beberapa anak FSRD selalu menjerit ketakutan setiap melihat sedotan di warung-warung. Salah satu anak FSRD sedang makan siang di mall dengan temannya yang kebetulan adalah anak SAPPK (Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan). Saat anak SAPPK itu selesai minum, ia melipat sedotannya dan tanpa disadari, anak FSRD itu berteriak "Gak boleh! Gak boleh dilipat!" kontan si anak SAPPK itu kaget. "Kenapa sih lu?" dan si FSRD menjawab, "Sorry. Gua pikir sedotan buat tugas Nirmana gua."

Saya sendiri punya pengalaman lucu tentang sedotan (kalo gak lucu maap -_-) jadi sabtu kemarin saat saya mau pulang ke Jakarta dari Bandung, saya dan Lenny (teman saya, anak FTI) mampir ke warung di persinggahan jalan tol untuk membeli minuman dan makanan kecil berbuka puasa. Sesaat setelah saya membayar minumannya, kasirnya menahan saya dan berkata "Mbak, bentar, ini sedotannya belum!" dan dengan refleks, tanpa disadari saya membalas "Gak usah, Mas! Udah punya banyak!" dan muka penjualnya yang tadinya cerah (ngarepin pahala karena udah mau bantuin saya) berubah jadi bingung parah. "Hah?" gitu katanya. Uh :|

Berikut adalah foto-foto anak-anak saya si langsing, putih, perkasa, Flexy Fresh! Silakan dinikmati :D

Flexy Fresh si langsing, putih, dan perkasa :]

Box tempat penyimpanan sedotan. Bukan, bukan tempat sampah.

Sudut saya bekerja di rumah. Anggap aja studio gambar dadakan -__-

Modul yang saya buat. Rada berantakan dan rapuh :|

Saya disuruh buat 30 modul tapi sampai sekarang baru jadi 21 *sigh*

Kira-kira begini deh hasilnya -__- gak bagus emang. Duh. Kalau ditolak dosen bunuh diri saya.

Yah, jadi kira-kira begitulah kerjaan saya selama kurang lebih 3 minggu ini. Nyedot. Nyedot. Nyedot. Bahkan sampai kebawa mimpi. Tiba-tiba saya merasa orang yang membuat sedotan dengan tujuan utama alat bantu minum, benar-benar mulia. Pantas dapat nobel. Kayak apa yang Mungmung bilang, "It doesn't make any sense. Sedotan itu buat minum, bukan buat dibikin bangunan!". Astaga, saya setuju banget, sayang.

****






2 komentar:

  1. wah, postingan lo telat, mel. masih sedotan aja...

    BalasHapus
  2. wow ....
    poast-annya bagus banget

    cerita trauma sedotannya ekstrim ekstrim
    XDDDD

    skg giliran sy yg berkutat sama sedotan

    BalasHapus