Kira-kira dua minggu yang lalu ada gempa berskala cukup tinggi melanda Bandung (and crap, ITB's located in Bandung -_-) pas lagi gempa itu kebetulan aing lagi di Studio Gambar Tahap Persiapan Bersama Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung; SGTPBFSRDITB. Singkatnya gitu aja lah ya :|
Waktu itu kebetulan kita lagi gambar konstruksi. Kalo gak tau apa itu gambar konstruksi, gambar konstruksi itu, ngg, susah -_- apa ya? Kata yang paling cocok mendeskripsikan gambar konstruksi adalah 'repot'. Kita harus gambar banyak garis lurus (for God's sake, saya silindris!) dan itu SUSAH dan harus sering NGAPUS. Penghapus Derwent saya sampe soak dan menipis, aus, cuma karena gambar konstruksi :(
Jadi saya akan cerita apa yang terjadi di SGTPBFSRDITB saat gempa!
Saya lagi berusaha membereskan gambar konstruksi saya, lalu saya ngerasa ada goyangan asik gitu, saya sangka itu kerjaan anak-anak FSRD, menghentakkan kaki or something, tapi ternyata suasana mulai heboh dan orang mulai teriak 'gempa, gempa!' dan hal yang saya lakukan (saya tau ini dari komik, jadi kalo merasa ini bodoh, salahkan komik jepang.) adalah duduk di bawah meja. Ya, duduk di bawah meja gambar dan lama-lama tiduran karena keenakan. (baca: adem, dan berasa digoyang-goyang) tapi lama-lama gempanya makin kenceng. Anak-anak lain udah pada berhamburan keluar, karena takut bakal jadi satu-satunya korban tewas tertimpa triplek SGTPBFSRDITB, saya pun ikutan kabur keluar -_- fiuh.
Sampai di luar saya ketemu anak-anak lain. Kayak Neni, Susan, dan yang lainnya. Saya tanya, "Nen, waktu gempa lu gimana?" dan kalian tau apa jawaban Neni? "Gua masih ngerjain tugas disaat yang lain pada kabur. Gua doang lagi yang ngerjain. Bodo ah, gempa, gempa dah, yang penting tugas gua beres dulu!" OMFG ISNAENI NURULLAH! Segitu sayangnya dia sama gambar konstruksi sampai-sampai rela mati demi tugas. Ah, saya terharu :')
Terus ternyata ada kejadian lucu (haha), jadi kebetulan gambar konstruksi itu yang masuk kan asdos, bukan dosennya. Jadi ada sekitar enam asdos, yang tiga jagain pintu SGTPBFSRDITB (mungkin biar kita gak kabur keluar dan bunuh diri kalo karya kita ditolak dosen -_-) yang tiga duduk di meja dosen, tugasnya ngumpulin gambar. Nah, jadi waktu itu sebagian dari anak-anak udah pada selesai ngerjain tugas dan sedang dalam 'perjalanan' menuju asdos yang duduk di meja dosen. Tapi perjalanan mereka dikejutkan oleh gempa! Ya, gempa! Kontan mereka berputar arah, berlari menuju pintu keluar. Merasa mereka berlari menjauhi meja dosen, salah satu asdos yang duduk di meja dosen teriak "HEH! KENAPA KALIAN LARI?! TAKUT NGUMPULIN TUGAS, HAH?!!" huahahahahahahahahahaha sumpah, sumpah pas denger gua ngakak parah. Ckck. Benar-benar berjiwa asdos. Mau ada gempa, tsunami, kiamat, yang penting tugas kekumpul :P
Ada lagi anak FSRD yang waktu lagi gempa sedang ngapus gambar konstruksinya, tau apa komentar dia? "Wah, makanya gua heran, kok gua ngapusnya jadi enteng gitu, kayak dibantu sepuluh tangan, ternyata gempa toh." HIYAHAHAHAHAHAHA aduh duh, sumpah, sangking seriusnya ngapus sampai kagak sadar kalo ada gempa cekaceka. Ah, satu lagi! Waktu kita semua lagi berusaha turun ke lantai dasar (SGTPBFSRDITB itu di lantai tiga -_-) kan keadaan panik tuh, semua saling injak, ada yang ketimpa reruntuhan, masih juga ada yang teriak "JANGAN LUPA UPDATE STATUS FACEBOOK! GEMPA GEMPA!" ergh. -_- yang ini bingung deh mau ketawa atau nangis. Pathetic. Ckck.
Hal pertama yang terlintas di kepala saya saat ada gempa, bukan, bukan takut mati atau takut gambar saya belom selesai dan gak kekumpul (Otaknya si Neni banget hahaha) tapi saya takut gak bisa menepati janji saya kepada seseorang bahwa apapun yang terjadi saya gak akan ninggalin dia. Gak akan pernah.
Dan malamnya kami (anak kostan Pelesiran 21) semua mengepak barang berharga kami. Mewaspadai adanya gempa susulan. Tapi disaat kita semua pada ngumpul dalam ketakutan, salah satu anak kostan malah mau keluar. Saya tanya, "Mau kemana lu?" dan dia jawab, "Balubur. Beli helm." Hahahaha astagaaaa, gempa oh gempa.
****
Waktu itu kebetulan kita lagi gambar konstruksi. Kalo gak tau apa itu gambar konstruksi, gambar konstruksi itu, ngg, susah -_- apa ya? Kata yang paling cocok mendeskripsikan gambar konstruksi adalah 'repot'. Kita harus gambar banyak garis lurus (for God's sake, saya silindris!) dan itu SUSAH dan harus sering NGAPUS. Penghapus Derwent saya sampe soak dan menipis, aus, cuma karena gambar konstruksi :(
Jadi saya akan cerita apa yang terjadi di SGTPBFSRDITB saat gempa!
Saya lagi berusaha membereskan gambar konstruksi saya, lalu saya ngerasa ada goyangan asik gitu, saya sangka itu kerjaan anak-anak FSRD, menghentakkan kaki or something, tapi ternyata suasana mulai heboh dan orang mulai teriak 'gempa, gempa!' dan hal yang saya lakukan (saya tau ini dari komik, jadi kalo merasa ini bodoh, salahkan komik jepang.) adalah duduk di bawah meja. Ya, duduk di bawah meja gambar dan lama-lama tiduran karena keenakan. (baca: adem, dan berasa digoyang-goyang) tapi lama-lama gempanya makin kenceng. Anak-anak lain udah pada berhamburan keluar, karena takut bakal jadi satu-satunya korban tewas tertimpa triplek SGTPBFSRDITB, saya pun ikutan kabur keluar -_- fiuh.
Sampai di luar saya ketemu anak-anak lain. Kayak Neni, Susan, dan yang lainnya. Saya tanya, "Nen, waktu gempa lu gimana?" dan kalian tau apa jawaban Neni? "Gua masih ngerjain tugas disaat yang lain pada kabur. Gua doang lagi yang ngerjain. Bodo ah, gempa, gempa dah, yang penting tugas gua beres dulu!" OMFG ISNAENI NURULLAH! Segitu sayangnya dia sama gambar konstruksi sampai-sampai rela mati demi tugas. Ah, saya terharu :')
Terus ternyata ada kejadian lucu (haha), jadi kebetulan gambar konstruksi itu yang masuk kan asdos, bukan dosennya. Jadi ada sekitar enam asdos, yang tiga jagain pintu SGTPBFSRDITB (mungkin biar kita gak kabur keluar dan bunuh diri kalo karya kita ditolak dosen -_-) yang tiga duduk di meja dosen, tugasnya ngumpulin gambar. Nah, jadi waktu itu sebagian dari anak-anak udah pada selesai ngerjain tugas dan sedang dalam 'perjalanan' menuju asdos yang duduk di meja dosen. Tapi perjalanan mereka dikejutkan oleh gempa! Ya, gempa! Kontan mereka berputar arah, berlari menuju pintu keluar. Merasa mereka berlari menjauhi meja dosen, salah satu asdos yang duduk di meja dosen teriak "HEH! KENAPA KALIAN LARI?! TAKUT NGUMPULIN TUGAS, HAH?!!" huahahahahahahahahahaha sumpah, sumpah pas denger gua ngakak parah. Ckck. Benar-benar berjiwa asdos. Mau ada gempa, tsunami, kiamat, yang penting tugas kekumpul :P
Ada lagi anak FSRD yang waktu lagi gempa sedang ngapus gambar konstruksinya, tau apa komentar dia? "Wah, makanya gua heran, kok gua ngapusnya jadi enteng gitu, kayak dibantu sepuluh tangan, ternyata gempa toh." HIYAHAHAHAHAHAHA aduh duh, sumpah, sangking seriusnya ngapus sampai kagak sadar kalo ada gempa cekaceka. Ah, satu lagi! Waktu kita semua lagi berusaha turun ke lantai dasar (SGTPBFSRDITB itu di lantai tiga -_-) kan keadaan panik tuh, semua saling injak, ada yang ketimpa reruntuhan, masih juga ada yang teriak "JANGAN LUPA UPDATE STATUS FACEBOOK! GEMPA GEMPA!" ergh. -_- yang ini bingung deh mau ketawa atau nangis. Pathetic. Ckck.
Hal pertama yang terlintas di kepala saya saat ada gempa, bukan, bukan takut mati atau takut gambar saya belom selesai dan gak kekumpul (Otaknya si Neni banget hahaha) tapi saya takut gak bisa menepati janji saya kepada seseorang bahwa apapun yang terjadi saya gak akan ninggalin dia. Gak akan pernah.
Dan malamnya kami (anak kostan Pelesiran 21) semua mengepak barang berharga kami. Mewaspadai adanya gempa susulan. Tapi disaat kita semua pada ngumpul dalam ketakutan, salah satu anak kostan malah mau keluar. Saya tanya, "Mau kemana lu?" dan dia jawab, "Balubur. Beli helm." Hahahaha astagaaaa, gempa oh gempa.
****




kalo ngumpet ada gempa bukan dibawah meja/ lemari , tapi yang benar itu di samping meja/lemarinya
BalasHapusY.A.A.M.P.U.N
BalasHapushiyahahaha seru kan seru kan? di UI gimana Fuk? :D
BalasHapusHAHAHAHAHAAHAHAHHAAAA for god sake!
BalasHapuskonstruksi gambar itu menyenangkan! cuma nyapein mel